Memberanikan diri
Jumat, 29 Desember 2023
Saya bersama Andromeda Developer, tim yang dibangun dari kedekatan teman-teman yang sama-sama ingin grow up menjadi seseorang yang lebih baik. Hari itu, Saya memberanikan diri untuk satu tahap lebih tinggi. Saya mencoba mengunjungi beberapa software house di Bandung. Namun, software house yang berhasil saya kunjungi dan berhasil melakukan komunikasi hanyalah suatu software house di Buah Batu, Kota Bandung. Saya sangat grogi karena itu adalah kali pertama saya benar-benar menawarkan kerjasama sebagai seorang professional.
Tas saya hanya berisi berkas portfolio dan profil tim yang saya buat dalam waktu satu malam saja. Namun, punggung saya berat karena membawa kebingungan yang besar. Untuk menjawab pertanyaan "Apa tujuan anda datang kemari?" saja saya tidak bisa memberikan jawaban yang meyakinkan.
Saya mengobrol tidak lama, hanya sekitar 30 menit. Namun, banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan. Dari obrolan tersebut, saya mulai menarik perspektif saya dari sudut pandang perusahaan software house tersebut. Jika ada orang, tanpa latar belakang yang meyakinkan, menawarkan diri untuk bekerja sama dengan saya, yang bahkan dia sendiri tidak bisa meyakinkan saya tujuannya datang ke tempat saya, dan tidak bisa dengan yakin menjawab kerja sama apa yang dimaksud, tidak punya jawaban kenapa saya yang diminta kerja sama, tidak bisa meyakinkan kenapa saya harus menerimanya, dan tidak mempunyai jaminan agar kerja sama tersebut berhasil, apa yang akan saya lakukan?. Saya mungkin langsung menjawab, "Saya gak butuh kamu".
Setelah saya dipersilahkan pulang, saya mulai berpikir bahwa orang tadi berpikiran seperti apa yang saya pikirkan di paragraf sebelumnya. Namun, beberapa jam kemudian orang tersebut sedikit memberikan harapan kepada saya untuk diberi kesempatan memperbaikinya. Saya diminta untuk memperjelas apa yang benar-benar saya maksud dari kunjungan sebelumnya. Baiklah, saya ambil itu sebagai tantangan agar saya bisa memberikan pertujukan yang lebih baik di kemudian hari.
Ya, pada akhirnya itu menjadi show yang mengecewakan dari saya, penawaran pertama saya gagal. Tapi tentu tidak ada kesuksesan yang berhasil di percobaan pertama. Let's deal with that failure. Berdamai dengan setiap kegagalan dan percaya bahwa itu adalah jalan yang memang harus dilalui untuk mencapai kesuksesan. Yang penting, jangan melakukan hal bodoh yang dimaksud oleh einstein, yaitu mengharapkan hasil yang berbeda dengan hanya melakukan hal yang sama. Saya percaya, belajar dari setiap kegagalan adalah kunci.

Comments
Post a Comment